Minggu, 31 Mei 2009

Cara Sederhana Membuat Kapal

NGANJUK-Karena pada saat sekarang, banyak sampah-sampah yang berserakan di kota kita harus inisiatif untuk memanfaatkannya. Banyak cara-cara untuk memanfaatkannya sesuai dengan keinginan dan kreatifitas. salah satunya adalah membuat kapal mini sederhana dengan memanfaatkan bahan kayu dari bekas mebel.

Caranya sangat sederhana,pertama kita cari bentuk kayu berbentuk persegi panjang dan kita ukur samping kiri sebagai sisi dan titik sudut pada kapal sama panjang dan sama besar.Setelah itu, kita potong dengan menggunakan gergaji. Lalu, lubangilah tengah-tengah pada kayu tersebut dan lapisi dengan bentuk yang sama dan menutup samping kapal dengan bentuk kayu horizontal.

Sebagai alat penggerak, kita bisa menggunakan alat penggerak apa saja tetapi yang lebih efisien, kita bisa memanfaatkan kabel-kabel bekas yang di ambil tembaganya serta memanfaatkan besi-besi bekas sebagai bahan lilitan tembaga. Tembaga kita lilit dengan rapi dan searah serta mencari titik putar.

Lalu, kita cari di dalam tubuh kapal yang masih polos yang seimbang apabila dimasuki dinamo supaya bisa berjalan lurus dengan cara mengukur antara titik sudut dengan belakang kapal. Saat diketahui titik keseimbangan, maka masukkanlah dinamo tersebut ke badan bawah kapal sebagai penggerak.

Untuk pengecekan, letakkan kapal di air berarus rendah, maka dinamo akan mengalami gerak panas. Di saat itulah dinamo berputar kencang dan mendorong kapal bergerak cepat. Setelah diketahui bahwa percobaan berhasil, kita dapat menghiasnya dengan cat atau tambahan-tambahan lainnya seperti lampu,layar,bendera,orang-orangan dan masih banyak lagi.

Satelit NASA Bisa Deteksi Pertumbuhan Phytoplankton

WASHINGTON - Untuk pertamakalinya ilmuwan melakukan analisa secara global mengenai kesehatan dan produktivitas tumbuhan laut dengan menggunakan sinyal unik yang dideteksi Satelit Aqua milik NASA.

Dengan memanfaatkan teknologi Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada Satelit Aqua milik NASA, ilmuwan kini dapat mengamati pijaran cahaya merah dari phytoplankton yang nampak pada permukaan laut. MODIS merupakan perangkat pertama yang bisa mengamati sinyal cahaya merah ini dalam skala global.

Hal ini memudahkan peneliti melakukan riset kelautan dari jarak jauh dengan mengukur banyaknya pijaran cahaya merah yang dipancarkan phytoplankton. Mereka bisa menaksir seberapa efisien tumbuhan mikroskopik ini mengubah cahaya matahari menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesis.

People's Daily Online, Jumat (29/5/2009) melansir, Phytoplankton bersel satu yang memenuhi ekosistem laut, merupakan sumber makanan dasar bagi hewan laut. Tumbuhan ini menguasai setengah dari aktivitas fotosintesis di bumi dan memainkan peranan penting dalam keseimbangan karbondioksida dalam atmosfer bumi.

Oleh karenanya jika phytoplankton dapat tumbuh dengan subur dan sehat, hal ini akan mempengaruhi jumlah karbondioksida yang dapat diserap dari atmosfer. Dengan begitu, semakin jelas bahwa laut tak kalah penting peranannya dalam isu perubahan cuaca.

"Teknik yang memanfaatkan satelit ini merupakan metode pertama yang bisa mengukur tingkat kesehatan dan produktivitas phytoplankton di dalam lautan," kata Michael Behrenfeld, ahli biologi dari Oregon State University.

"Beruntung kita memiliki perangkat baru yang sangat penting untuk memantau perkembangan phytoplankton di seluruh dunia, setiap pekannya," tambahnya.

Sebelumnya, ilmuwan menggunakan sensor satelit untuk melacak jumlah tanaman yang hidup di dasar laut dengan mengukur jumlah dan distribusi kadar klorofil atau zat hijau daun.
(srn)